Hati memiliki mata yang digunakan untuk menikmati pemandangan alam gaib, telinga untuk mendengar perkataan penghuni alam gaib dan firman Tuhan, hidung untuk mencium
Sabtu, 01 Oktober 2011
Biarkan Hatimu Bicara
Hati memiliki mata yang digunakan untuk menikmati pemandangan alam gaib, telinga untuk mendengar perkataan penghuni alam gaib dan firman Tuhan, hidung untuk mencium
Kidung Rumi
Maulana Jalaluddin Rumi seakan memasuki dunia asing yang indah, penuh kejutan-kejutan, yang terkadang berseberangan dengan logika umum. Tetapi justru keunikan dan keaslian imajinatif Rumi inilah yang membawa keutuhan puisi-puisinya ke dalam penjiwaan pembacanya. Rumi menjadi simbol kepiawaian memainkan kata: kecermatan dan ketangkasannya menyelipkan ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis ke dalam puisinya, keahliannya menyisipkan perkataan-perkataan kaum Sufi ke dalam kidung-kidung indahnya, sulit dicari tandingnya.
Langganan:
Postingan (Atom)