“Banyak orang yang gemar dengan ksejatian, tapi karena belum pernah
berguru maka semua itu dipahami dalam konteks dualitas. Yang satu
dianggap wjud lain. Sesungguhnya orang yng melihat sepeti ini akan
kecewa. Apalagi yang ditemui akan menjadi hilang. Walaupun dia
berkeliling mencari, ia tidak akan menemukan yang dicari. Padahal yang
dicari, sesungguhnya telah ditimang dan dipegang, bahkan sampai
keberatan membawanya. Dan karena belum tahu kesejatiannya, ciptanya
tanpa guru menyepelekan tulisan dan kesejatian Tuhan.”
“Walaupun dituturkan sampai capai, ditunjukkan jalannya, sesungguhnya
dia tidak memahaminya karena ia hanya sibuk menghitung dosa besar dan
kecil yg diketahuinya. Tentang hal kufur kafir yang ditolaknya itu,
bukti bahwa ia adalah orang yang masih mentah pengetahuannya. Walaupun
tidak pernah lupa sembahyang, puasanya dapat dibangga-banggakan tanpa
sela, tapi ia terjebak menaati yang sudah ditentukan Tuhan.
Tampilkan postingan dengan label syekh siti jenar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syekh siti jenar. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 September 2011
KHOTBAH PERPISAHAN SUNAN PANGGUNG
KEMATIAN DI MATA SUNAN GESENG
“Banyak orang yang salah menemui ajalnya. Mereka tersesat tidak
menentu arahnya, pancaindera masih tetap siap, segala kesenangan sudah
ditahan, napas sudah tergulung dan angan-angan sudah diikhlaskan, tetapi
ketika lepas tirta nirmayanya belum mau. Maka ia menemukan yang serba
indah.”
“Dan ia dianggap manusia yang luar biasa. Padahal sesungguhnya ia adalah orang yang tenggelam dalam angan-angan yang menyesatkan dan tidak nyata. Budi dan daya hidupnya tidak mau mati, ia masih senang di dunia ini dengan segala sesuatu yang hidup, masih senang ia akan rasa dan pikirannya. Baginya hidup di dunia ini nikmat, itulah pendapat manusia yang masih terpikat akan keduniawian, pendapat gelandangan yang pergi ke mana-mana tidak menentu dan tidak tahu bahwa besok ia akan hidup yang tiada kenal mati. Sesungguhnyalah dunia ini neraka.”
“Dan ia dianggap manusia yang luar biasa. Padahal sesungguhnya ia adalah orang yang tenggelam dalam angan-angan yang menyesatkan dan tidak nyata. Budi dan daya hidupnya tidak mau mati, ia masih senang di dunia ini dengan segala sesuatu yang hidup, masih senang ia akan rasa dan pikirannya. Baginya hidup di dunia ini nikmat, itulah pendapat manusia yang masih terpikat akan keduniawian, pendapat gelandangan yang pergi ke mana-mana tidak menentu dan tidak tahu bahwa besok ia akan hidup yang tiada kenal mati. Sesungguhnyalah dunia ini neraka.”
Sufisme Syekh Siti Jenar : Kajian Kitab Serat dan Suluk Siti Jenar
Catatan sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa, menunjukkan bahwa Islam tersebar luas kepada masyarakat Indonesia hingga saat ini berkat jasa besar para ulama dan auliya’, yang dikemudian hari dikenal dengan sebutan Walisanga. Sayangnya periwayatan mereka, hingga saat ini masih banyak didominasi oleh mitos dan hikayat, dan belum menunjukkan fakta sejarah serta ajaran yang betul-betul valid.
Langganan:
Postingan (Atom)